Cara Menguji tingkat Sensitif Tubuh pada Makanan

 

 

 

Manusia berbeda menurut, umur, gender, jenis golongan darah, suku dan rasnya. Perbedaan membuat tubuh membutuhkan nutrisi yang beragam. Perbedaan terjadi tidak hanya terhadap nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Pantangan terhadap suatu kandungan gizi yang terdapat pada suatu makanan juga tidak sama.

Pantangan pada suatu makanan disebabkan manusia memiliki kondisi autoimun (pertahanan tubuh) yang berbeda. Kesalahan sistem autoimun dalam menerjemahkan kandungan gizi dalam suatu makanan membuat tubuh mengeluarkan gejala penolakan yang sering kita sebut dengan alergi.

Jika Kita mengalami gejala seperti pada gambar di bawah, bisa jadi tubuh kita mempunyai sifat sensitif terhadap makanan. Jadi, lebih baik untuk memeriksakan diri dulu sebelum menentukan apa yang kita makan. Hal itu berguna untuk mencegah masalah kesehatan.

 

 

Berikut, 8 jenis unsur makanan yang biasanya menyebabkan alergi :

  • Gandum (atau semua produk gluten termasuk didalamnya barley, rye, kamut)
  • Kacang Kedelai
  • Ikan
  • Kerang/udang
  • Telur
  • Susu
  • Kacang
  • Tree Nuts / tanaman kacang-kacangan (pecans, pistachios, pine nuts, walnut)

 

Ada banyak tes kesensitifan terhadap makanan yang bisa kita lakukan, mulai dari yang terjangkau sampai dengan yang mahal. Bisa di jadikan pilihan, kalau punya banyak uang mendapatkan hasil yang mendekati akurat.

Namun sebelumnya, dianjurkan melakukan tes simulasi sederhana yang satu ini.

Melakukan Tes Denyut Nadi :

Tes ini dapat kita lakukan tanpa mengeluarkan biaya, mulai dengan duduk dan bersantai selama beberapa menit dan lalu menarik nafas panjang dalam sebanyak 3 x, setelah itu mulai menguji denyut nadi kita pada kondisi istirahat, hitunglah jumlah denyut nadi kita.

Anggap bahwa denyut nadi Kita adalah 60 denyut per menit (bpm).

Kemudian, tarik nafas panjang dalam-dalam sebanyak 3x lagi dan ambil makanan yang kita curigai memicu alergi dan letakkan pada lidah agan dan biarkan selama 20 detik atau lebih,bernafaslah dengan santai, kemudian uji nadi istirahat kita kembali di posisi yang sama.

Seharusnya tidak ada perubahan yang akan mempengaruhi denyut nadi kita.

Langkah 1: Duduk dan rileks selama 5 menit

Langkah 2: Ambil napas panjang dan dalam sebanyak 3 kali

Langkah 3: Hitunglah jumlah detak nadi agan selama 60 detik dan catat hasilnya

Langkah 4: Ambil napas panjang dan dalam sebanyak 3 kali

Langkah 5: Letakkan makanan di lidah agan dan tunggu selama 20 detik

Langkah 6: Catat jumlah detak nadi agan dengan kondisi makanan masih berada di lidah agan

Langkah 7: Periksa perbedaan antara denyut nadi normal dengan denyut nadi ketika makanan diletakan.

 

 

Respon negatif:

Jika makanan memberikan  peningkatan denyut nadi dengan perbedaan 1 bpm pada denyut nadi agan. Jika kita makan makanan tertentu dan tidak menimbulkan perubahan dalam detak nadi,

Kita mungkin tidak sensitif terhadap makanan tersebut.

Jika kita merasa tidak nyaman setiap kali makan makanan tertentu, maka coba hindari makanan tersebut dan lihat apakah ada perbedaan.

Respon abu-abu:

Jika makanan memunculkan peningkatan denyut nadi kita lebih dari 2-3 bpm. Lakukan pengujian secara rutin jika hal tersebut terjadi.

Respon positif:

Jika makanan mengakibatkan peningkatan denyut nadi lebih dari 4 bpm.

Berhenti dan coba lakukan tes ulang.

Jika hasil yang sama terulang lagi, maka dapat disimpulkan bahwa makanan tersebut memicu respon stres.  Kita harus berusaha menghindari makanan tersebut, setidaknya enam minggu sebelum mencobanya lagi.

Leave a Comment