Indikator Kemajuan Suatu Bangsa melalui Humor

 

Indikator Kemajuan Suatu Bangsa melalui Humor.

“Humor sudah ada sejak jaman pra sejarah”.

Pernyataan tersebut bisa di buktikan dengan mencari sendiri mengenai kuil Gobekli Tepe. Asal tau saja, kuil ini ukurannya lumayan besar dan dibangun sekitar tahun 10 ribu SM jauh sebelum piramida di Mesir, serta saat manusia masih nomaden.

Jadi, sekelompok orang, yang masih berpindah lokasi, dan belum bercocok tanam.
Aneh nya mereka kok mau-maunya membuat kuil dari batu besar yang membutuhkan usaha keras. Sementara mereka masih berpindah-pindah, dan kuilnya tidak mungkin dibawa pindah.

Coba di pikir sekiranya untuk apa coba?

Kalau bukan hal konyol untuk menertawakan generasi berikutnya, seperti arkeolog modern yang kebingungan saat menemukan kuil tersebut.

 

apakah tidak perlu diperdebatkan lagi?

Kalau humor itu sudah ada sejak era prasejarah, bahkan sejak 12 ribu tahun yang lalu. Bisa di maklumi tidak semua orang bisa menerima argumen tersebut. Seperti halnya sekelompok orang yang mengira umur bumi itu 6 ribu tahun, tentu mereka belum bisa menerima Pencipta lebih mementingkan lelucon dibanding bumi dan isinya.

Walaupun tidak bisa disangkal kenyataaanya Sang Pencipta menyukai humor. Tentu saja hal ini tidak mengada-ada, lihat sendiri bukti hasil ciptaan Tuhan:
[Holy Shit] Selera humor merupakanindikator kemajuan suatu bangsa.

Memang ada 1 penjelasan lain bagaimana bisa Tuhan menciptakan makhluk seperti di atas: Tuhan sedang mabuk. Tapi mari berdoa bersama-sama semoga tidak demikian. Kita tentu miris membayangkan apabila nanti dilempar ke neraka hanya karena pencipta sedang teler sehingga belum sempat membaca resume kebaikan selama anda hidup.

Singkat kata,
lelucon itu bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan,
budaya tidak dapat dipisahkan dari suatu bangsa.

Tidak semua lelucon mudah untuk dipahami. Tidak semua lelucon lucu bagi beberapa orang. Namun, justru di situ akan terjadi suatu penyatuan umum (agregasi) dari selera-selera tiap individu anggota-anggota suatu bangsa.

Apakah bangsa Indonesia yang kebanyakan menyukai humor-humor ala stand Up comedy atau acara lawakan2 lain yang tidak perlu mikir sedikitpun cuman liat orang digebuk, dijitak, diguyur, itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia majunya ya sampai perihal tersebut?

Apakah dengan munculnya acara-acara humor yang berisi komedi yang bermutu bisa memperbaiki keterpurukan bangsa Indonesia?

Ada pepatah,
bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan-pahlawannya.

ataukah perlu di katakan,
bangsa yang besar adalah bangsa yang memerlukan komedian-komedian yang disesuaikan tingkat pemikiran setiap lapisan masayarakat.

mari kita lihat kedepan….

Leave a Comment