Labu Emas atau Kabocha (dalam Bahasa Jepang)

 

Labu Emas

 

Labu Emas atau dalam bahasa jepang disebut Kabocha adalah labu yang sebenarnya berwarna orange. Lalu kenapa di sebut emas? yang saya dapatkan untuk sementara rata-rata penjual labu ini menamakanya demikian.

Labu Emas ini sering saya jumpai di tanam pada daerah yang tinggi. Saat perjalanan dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah saya sering menjumpai labu ini di jual sekitar daerah Sarangan sampai Tawangmangu. Begitu juga saat saya melewati daerah cepogo Boyolali. Di daerah tersebut kita tidak hanya melihat banyak penjual Labu Emas, akan tetapi kita juga akan menjumpai banyak petani menanam Labu Emas.

 

 

Katanya Labu Emas atau Kabocha ini banyak nilai gizi nya. Jadi penasaran juga..!

Setelah Browsing Menurut  http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/07/labu-kabocha-cucurbita-maxima-l/

Nutrisi pada Labu Emas sangat baik bagi kesehatan, bahkan Labu ini dapat juga diberikan untuk bayi dan anak. Selain rendah lemak Kabocha  juga mengandung vitamin, nutrien, dan serat yang tinggi.

 

Pada sisi lain b-karoten yang terbentuk dari pigmen buah yang berwarna kuning-oranye merupakan prekursor (senyawa permulaan dalam metabolisme / senyawa awal) vitamin A. Apabila senyawa tersebut dicerna tubuh akan berubah menjadi vitamin A sehingga bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko kanker dan penyakit jantung, serta menurunkan tekanan darah.

Terdapat juga vitamin C, besi, dan kalium yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh.

 

Manfaat lain dari Kabocha adalah seratnya yang tinggi dapat mengurangi resiko sembelit (Krisnawati, 2009).

 

Kabocha juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua kerotenoid yang mirip dengan b-karoten. Hanya kedua substansi ini yang ada di dalam interior mata, yang mana keduanya melindungi mata dari kerusakan dan membantu mencegah degenerasi makular (Whang et.al, 1999).

 

Dilihat dari komposisi kimia nya, konsetrasi asam amino dan asam lemak, serta konsentrasi tokoferol pada labu spesies Cucurbita maxima lebih tinggi dibandingkan spesies Cucurbita pepo dan Cucurbita moschata (Kim et.al., 2012).

Menurut penelitian Kim et.al (2005), Kabocha merupakan sumber karotenoid yang tinggi dibanding labu kuning jenis lainnya. Kandungan karotenoid pada labu Kabocha sebagian besar berupa karoten yang nilainya bisa mencapai 285.91 mg/100g sedangkan labu kuning biasa hanya 24.62 mg/100g.

 

Ternyata dari sumber diatas dan dengan yang di sampaikan penjualnya hampir sama.

Mantap juga yang jual buah.

 

 

Si penjual buah juga bilang Labu Emas ini enak di kukus langsung. Tetapi di rumah, si Labu Emas ini sering diolah menjadi Kolak Labu.

 

Kolak Labu Emas

 

Sebenarnya Labu Emas ini sudah bisa di bilang tidak langka. Karena memang kita sudah bisa menemunkannya di beberapa Supermarket di kota Solo. Tetapi harga tetap lebih murah di daerah yang saya sebutkan di atas.

 

 

Di tempat asalnya Jepang, labu emas yang kulitnya kuning cerah, dagingnya berwarna oranye dengan tekstur pipih keras, berkeriput, memiliki alur-alur ini digunakan untuk beragam kudapan. Diyakini juga, Labu Emas mampu mencegah penuaan dini. Di negeri Jepang, kabocha umumnya di masak menjadi tempura dan di percaya dapat berkhasiat mencegah penyakit flu saat musim dingin. Itu sebabnya Labu Emas ini penting dalam tradisi menyambut musim dingin di Jepang yang jatuh sekitar bulan Desember.

 

Leave a Comment