Tips memberikan Sumbangan pada Panti Asuhan Balita

 

Tips memberikan sumbangan pada panti asuhan balita. Wujud syukur dengan berbagi dalam setiap agama pasti ada. Namun nama, aturan serta tatacaranya berbeda. Saat orang-orang memperoleh rejeki berlebih dan ingin berbagi, maka tidak sedikit yang memutuskan untuk memberikan sumbangan pada panti asuhan balita. Orang-orang berfikir demikan karena menganggap balita banyak membutuhkan keperluan sehingga memerlukan banyak keperluan.

 

Banyak orang lupa mengenai apa yang dibutuhkan seorang anak balita dan panti asuhan itu sendiri, karena terlalu besemangat. Berikut tips-tips yang mungkin bisa kita lakukan saat akan memberikan sumbangan pada panti asuhan balita :

1. Apabila memberi makanan maka di lengkapi jenisnya supaya beragam

Beberapa orang (terutama yang belum mempunyai anak) umumnya hanya membeli satu jenis susu atau biskuit untuk di sumbangkan pada panti asuhan balita. Padahal kebutuhan gizi setiap anak balita sangat beragam. Anak balita umur enam bulan, di bawah tiga tahun, dan di bawah lima tahun mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda, seta kemampuan mengolah dan menceran makanan yang berbeda.

 

2. Apabila memberi pakaian maka di lengkapi ukuranya supaya beragam serta kelengkapan pendukungnya

Umur pertumbuhan seseorang paling cepat adalah saat masih anak-anak. Namun masa balita termasuk kedalam usia pertumbuhan yang selain cepat juga membutuhkan kelengkapan lain. Kalau kita amati seorang anak bila tumbuh maka di akan membutuhkan pakaian baru. Karena yang lama sudah sempit. Akan tetapi seorang balita selain butuh pakaian baru juga butuh kelengkapan lain seperti popok, pempers, kaus kaki, selimut. Hal itu karena mereka masih rentan.

 
3. Berikan dana secara iklas.

Ada yang salah? Iya pasti kalau nyumbang iklas. Akan tetapi kadang seseorang saat memberikan sumbangan diniatkan untuk si anak yatim piatu. Kalau untuk keperluan lain rasa iklasnya berkurang. Intinya berapapun dananya yang di sumbangkan harus siap mental mau digunakan untuk apapun uang, yang penting masih di gunakan untuk operasional panti asuhan.

 

4. Tanyakan apa yang di butuhkan.

Ini merupakan poin yang lumayan penting, karena banyak yang berfikir balita butuh susu. Sehingga sumbangan susu di panti asuhan sampai menumpuk banyak. Sehingga kebutuhan pendukung semacam popok, pempers, minyak gosok, dan lainya menjadi minim.

 

Sebenarnya menyumbang  apapun dan dalam jumlah berapapun tidak jadi masalah yang penting iklas. Akantetapi bila sumbangan tenyata dalam bentuk kumulatif dan besar maka bisa mempertimbangkan tips diatas.

Leave a Comment